HANDS UPON SALVATION – Heresy (2018)

56

Hands Upon Salvation Heresy (2019)

Ada dua jenis band: pertama, mereka yang musiknya terus berekspansi dan berubah-ubah gayanya. Kedua, mereka yang selama bertahun-tahun terus memainkan gaya yang sama.

Dua jenis band yang berbeda ini bukan berarti yang satu lebih baik dari lainnya. Karena jika ditelaah lebih mendalam kedua jenis band ini sama-sama berprogres. Hanya saja harus dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Untuk band yang gaya bermusiknya sama selama bertahun-tahun itu bukan berarti mereka stagnan, melainkan memang sengaja fokus pada gaya musik yang dimainkan.

Ada banyak band yang gaya musiknya monoton selama puluhan tahun, namun tetap laris tiket konser maupun penjualan albumnya, contohnya Slayer. Konsisten dengan gaya musik yang dianut sejak awal juga dengan sendirinya akan membentuk identitas band itu sendiri.

Band dengan gaya musik monoton pun kalau ditelaah secara mendalam di tiap albumnya tentu juga akan ditemukan tingkat progres tertentu, seperti: produksi rekaman, kualitas penulisan lagu, aransemen, lirik, dan lain-lain.

Pembahasan kasus di atas sepertinya juga pas jika mengambil contoh Hands Upon Salvation, band hardcore-metal / metallic-hardcore asal Yogyakarta.

Hands Upon Salvation (HUS) berdiri sejak tahun 1998 dengan nama Destruct, kemudian pada awal tahun 2002 mereka mengubah namanya menjadi HUS.

Sejak tahun 1998 HUS telah merilis dua album penuh, satu mini-album, dan banyak single kompilasi / album-split.

Selama 21 tahun HUS tetap konsisten memainkan gaya hardcore-metal / (early) metalcore ala scene H-8000 dan band-band rilisan Good Life Recordings.

Tentunya waktu selama itu juga banyak progresivitas di musik HUS; mulai dari kualitas penulisan lagu (songwriting), penulisan lirik, produksi rekaman, aransemen, dan masih banyak lagi.

Semua progres tersebut bisa kalian dengar di Heresy (2018), album penuh kedua dari HUS, dan bandingkan dengan single pertama mereka dari tahun 2000. Benang merahnya pun tetap jelas, yakni hardcore-metal gaya Eropa era akhir dekade 90-an.

Kembali lagi ke pembahasan lima paragraf awal di atas, saya pun masih tetap menikmati album barunya HUS, sama seperti ketika menikmati lagu-lagu mereka belasan tahun yang lalu.

Genre musik: Metallic-Hardcore, Hardcore-Metal, Metalcore
untuk penggemar: Goodlife Recordings, H8000 scene

Related Post

0
· · · · · · · · · · · · · ·


Related Articles & Comments

Menu Title